Dari artikel mengenai “Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan
dan Kebaikan” yang telah disampaikan di atas semakin menambah wawasan pembaca.
Dalam
elegi tersebut mengutarakan bahwa ada empat hal yang merupakan keburukan,
yaitu:
pertama, dosa yang diperbuat oleh
orang muda itu buruk, tetapi dosa yang diperbuat orang tua itu lebih buruk
lagi;
kedua, sibuk urusan dunia oleh orang
bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sibuk urusan dunia oleh orang pintar;
ketiga, malas beribadah bagi orang
bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar;
keempat, sombongnya orang kaya itu
buruk, tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin.
Selain itu juga terdapat empat hal
yang merupakan kebaikan, yaitu:
pertama, sifat malu pada laki-laki
itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih baik;
kedua, sifat adil pada setiap orang
itu baik, tetapi sikap adil dari seorang pemimpin itu lebih baik;
ketiga, orang tua bertaubat itu
baik, tetapi orang muda bertaubat itu lebih baik;
keempat, sifat pemurah orang kaya
itu baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik.
Kebaikan itu munculnya dari dalam
hati. Kelak yang dapat dijadikan bekal ketika di akhirat hanyalah amal kebaikan
kita/ amal sholeh, bukan harta ataupun kehormatan. Ilmu yang kita amalkan untuk
kebaikan akan menolong kita untuk menuju ke surga, sedangkan kesombongan akan
menuntun kita ke neraka. Oleh karena itu segeralah bertaubat apabila pernah
melakukan dosa/ kesalahan, dengan cara membaca istighfar, menyesal dalam hati,
melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi
dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah. Sesungguhnya Allah
Maha Pengampun..