Senin, 29 April 2013

REFLEKSI-Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar-



http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-doa-dan-ikhtiar.html
Semua cita-cita/ harapan yang kita inginkan agar dapat tercapai hendaknya dilakukan melalui usaha dan doa yang sungguh-sungguh. Doa dan ikhtiar tidak dapat dipisahkan. Keduanya harus saling bersinergi untuk meraih cita-cita. Dalam berikhtiar kita hendaknya dapat memanfaatkan kesempatan yang ada dan tidak boleh putus asa. Selain itu juga harus diimbangi dengan berdoa kepada Allah SWT dan kita tidak boleh sombang. Setelah ikhtiar dan berdoa sudah kita lakukan maka tinggal kita serahkan hasilnya kepada Allah SWT. Apapun hasilnya, baik atau butuk kita serahkan kepada Allah dan hasilnya tersebut yang disebut dengan takdir.

REFLEKSI-Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi-



Rasa cinta kita kepada manusia, keluarga, teman, saudara, atau kepada benda yang kita miliki tidak boleh terlalu berlebihan dan tidak boleh melebihi rasa cinta kita kepada Allah SWT. Karena semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT dan akan kembali pada-Nya. Oleh karena itu cintailah apa yang kita cintai dengan didasarkan atas cinta kepada Allah. Orang yang belum bisa mencintai Allah maka ia akan merasakan kesusahan dan kesedihan, bahkan orang yang belum bisa mencintai Allah ia tidak bisa bertemu dengan Allah SWT. Padahal nikmat yang sangat luar biasa itu adalah ketika kita dapat bertemu dengan Allah SWT. Maka dari itu mari kita senatiasa bersungguh-sungguh mencintai Allah dan berjuang berusaha menjadi kekasih-Nya. Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang dicintai Allah SWT. Amin..

REFLEKSI-Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan-



Dari artikel mengenai “Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan” yang telah disampaikan di atas semakin menambah wawasan pembaca.
Dalam elegi tersebut mengutarakan bahwa ada empat hal yang merupakan keburukan, yaitu:
pertama, dosa yang diperbuat oleh orang muda itu buruk, tetapi dosa yang diperbuat orang tua itu lebih buruk lagi;
kedua, sibuk urusan dunia oleh orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sibuk urusan dunia oleh orang pintar;
ketiga, malas beribadah bagi orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar;
keempat, sombongnya orang kaya itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin.

Selain itu juga terdapat empat hal yang merupakan kebaikan, yaitu:
pertama, sifat malu pada laki-laki itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih baik;
kedua, sifat adil pada setiap orang itu baik, tetapi sikap adil dari seorang pemimpin itu lebih baik;
ketiga, orang tua bertaubat itu baik, tetapi orang muda bertaubat itu lebih baik;
keempat, sifat pemurah orang kaya itu baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik.

Kebaikan itu munculnya dari dalam hati. Kelak yang dapat dijadikan bekal ketika di akhirat hanyalah amal kebaikan kita/ amal sholeh, bukan harta ataupun kehormatan. Ilmu yang kita amalkan untuk kebaikan akan menolong kita untuk menuju ke surga, sedangkan kesombongan akan menuntun kita ke neraka. Oleh karena itu segeralah bertaubat apabila pernah melakukan dosa/ kesalahan, dengan cara membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun..

REFLEKSI-Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai-



http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-menggapai-ramai.html
Artikel “Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai”, semakin menambah wawasan bagi pembaca. Suara yang paling bermakna dan bermanfaat adalah suara ketika kita menyebut nama Allah SWT. Walaupun tidak keras, atau bahkan di dalam hatipun, Allah akan mendengarnya. Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Melihat apa yang kita lakukan. Dari pada kita menghabiskan waktu kita untuk menggosip atau bersendaugurau yang tidak penting lebih baik perbanyaklah mengagungkan nama Allah disetiap aktivitas kita. Sungguh hal tersebut sangat bermanfaat dari maka kita menggunakan suara kita untuk hal-hal yang tidak baik.

REFLEKSI-Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat-



http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/metafisika-filsafat.html
Pada awal perkuliahan dengan Bapak Marsigit, saya benar-benar merasa asing, namun seiring berjalannya waktu saya merasakan manfaat-manfaat yang begitu luar biasa atas ilmu yang telah beliau bagikan. Hakikat belajar, hakikat LKS, hakikat pembelajaran, pembelajaran yang inovatif, dan lain sebagainya dahulu terasa sangat asing ketika belum mengerti, dan melalui elegi-elegi inilah hal tersebut sedikit demi sedikit dapat dipahami. Semakin banyak kita membaca elegi-elegi tersebut maka  kita akan semakin sensitive terhadap elegi-elegi tersebut, semakin dapat dipahami, dan tentunya semakin bertambah pula wawasan kita. Terima kasih.