Metode
pembelajaran yang digunakan guru ketika pembelajaran haruslah disesuaikan
dengan karakteristik siswa-siswanya. Selain itu antara guru dengan siswanya
haruslah ada komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik antara kedua pihak
sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, agar apa yang disampaikan oleh
guru dapat dipahami oleh siswa. Untuk itu dalam proses pembelajaran guru
haruslah menggunakan bahasa yang tidak asing bagi siswanya, bahasa yang mudah dipahami
dan dimengerti oleh siswanya. Tidak kalah pentingnya, guru harus pandai membuat
LKS sendiri untuk siswanya dan mengembangkan LKS tersebut sesuai dengan
kebutuhan dalam pembelajarannya. LKS tidak hanya sebatas kumpulan soal saja
akan tetapi fungsi LKS sebagai wahana bagi siswa untuk menemukan pola,
menemukan sifat-sifat, ciri-ciri, dan masih banyak lagi. Dengan begitu guru
akan membantu siswa dalam pembelajaran dan siswa tidak hanya memahami apa yang
disampaikan oleh gurunya ketika pembelajaran, namun siswa juga aktif menemukan
sendiri pola-pola dalam pembelajaran dengan bantuan media yang telah dibuat
oleh gurunya. Jadi, sangat diperlukan kekreativan dari guru dalam membantu
siswanya dalam proses pembelajaran, karena pada dasarnya guru berfungsi untuk
melayani dan memfasilitasi siswanya dalam pembelajaran. Akan tetapi kenyataan
yang ada sekarang ini hal tersebut belum sepenuhnya terwujud, malah dapat
dikatakan sangat minim sekali guru yang seperti itu. Untuk itu supaya
pembelajaran yang inovatif dapat tercipta, guru haruslah mengubah paradigma
mereka, yakni hijrah dari pembelajaran yang tradisional ke pembelajaran yang
inovatif. Semoga pembelajaran yang inovatif benar-benar dapat terwujud. Amin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar