“Ritual Ikhlas 7: Tanya Jawab Pertama Perihal Hati yang
Ikhlas” diatas menambah wawasan kita, menyadarkan, dan mengingatkan kita untuk
senantiasa menjalankan aktivitas dengan ikhlas. Sebagai makhluk ciptaan Allah,
manusia mempunyai kewajiban untuk beribadah kepada-Nya. Kunci diterimanya amal
ibadah tersebut adalah keikhlasan hati kita. Untuk itu keikhlasan dapat dijadikan
tolak ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita. Keikhlasan berawal dari niat.
Jika kita dapat mewujudkan niat yang ikhlas, Insya Allah dalam melakukan ibadah
akan terasa lebih mudah dan ringan. Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya
setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan
sesuai dengan apa yang diniatkannya” (H.R. Bukhari dan Muslim). Maka
luruskanlah niat kita sebelum menjalani suatu aktivitas agar dalam
menjalankannya pun menjadi ikhlas. Ikhlas berarti apa yang kita kehendaki itu
semata-mata karena ketaatan kita kepada Allah. Dalam mencapai keikhlasan hati
tidaklah mudah. Salah satu penghalang rasa ikhlas adalah riya’, yaitu melakukan
sebuah amalan hanya untuk mendapat pujian dari orang lain. Misalnya kita sedekah
kepada orang lain hanya ingin mendapat pujian dari orang lain dan apabila tidak
ada orang yang melihat kita tidak sedekah kepada orang lain.
Naudzubillah..semoga kita tidak dalam golongan orang-orang riya’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar