Jumat, 19 April 2013

REFLEKSI-Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas-




“Ritual Ikhlas 7: Tanya Jawab Pertama Perihal Hati yang Ikhlas” diatas menambah wawasan kita, menyadarkan, dan mengingatkan kita untuk senantiasa menjalankan aktivitas dengan ikhlas. Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia mempunyai kewajiban untuk beribadah kepada-Nya. Kunci diterimanya amal ibadah tersebut adalah keikhlasan hati kita. Untuk itu keikhlasan dapat dijadikan tolak ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita. Keikhlasan berawal dari niat. Jika kita dapat mewujudkan niat yang ikhlas, Insya Allah dalam melakukan ibadah akan terasa lebih mudah dan ringan. Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya” (H.R. Bukhari dan Muslim). Maka luruskanlah niat kita sebelum menjalani suatu aktivitas agar dalam menjalankannya pun menjadi ikhlas. Ikhlas berarti apa yang kita kehendaki itu semata-mata karena ketaatan kita kepada Allah. Dalam mencapai keikhlasan hati tidaklah mudah. Salah satu penghalang rasa ikhlas adalah riya’, yaitu melakukan sebuah amalan hanya untuk mendapat pujian dari orang lain. Misalnya kita sedekah kepada orang lain hanya ingin mendapat pujian dari orang lain dan apabila tidak ada orang yang melihat kita tidak sedekah kepada orang lain. Naudzubillah..semoga kita tidak dalam golongan orang-orang riya’.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar