Kamis, 20 Juni 2013

REFLEKSI-Elegi Menggapai Bahasa-



Bahasa merupakan kunci utama dalam memahami sesuatu. Untuk dapat mempelajari filsafat juga harus dapat mengerti bahasanya. Oleh karena itu filsafat dan bahasa tidak dapat dipisahkan. Dari elegi tersebut telah dijelaskan mengenai berbagai macam istilah-istilah bahasa, diantaranya ialah:
1.Analog:
membuat sesuatu yang baru berdasarkan contoh yang sudah ada.
2.Univokal:
satuan suara sepanjang bunyi sama yang memiliki arti yang sama pula.
3.Struktur:
bagian-bagian dari suatu kesatuan
4.Ekuivokal:
kumpulan kata-kata yang mempunyai arti ganda atau jamak
5.Lambang:
tanda-tanda yang dipakai untuk menyampaikan pesan di dalam proses komunikasi yang memiliki maksud tertentu.
6.Semantik:
cabang ilmu bahasa yang mengkaji tentang makna suatu kata atau kalimat.
7.Tautologi:
dalam logika matematika kita telah mempelajarinya yang memiliki makna suatu pernyataan majemuk yang bernilai benar untuk setiap kemungkinan.
8.Kontradiksi :
hal-hal yang bersifat bertentangan, berlawanan.

http://powermathematics.blogspot.com/2010/10/elegi-menggapai-bahasa.html

REFLEKSI-Elegi Meratapi Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK-



Elegi di atas menjelaskan mengenai maraknya budaya plagiat yang telah merambah ke dunia pendidikan. Sebagai seorang guru atau yang berprofesi apa saja kita tidak boleh melakukan plagiat. Plagiatisme merupakan salah satu tindak kecurangan. Apabila didalam dunia pendidikan ini sudah dirambah tindakan plagiat lalu mau jadi seperti apa pendidikan di Negara ini?
Oleh karena itu sebaiknya kita menghindari plagiatisme walaupun dalam kondisi terdesak sekalipun. Selain merugikan orang lain, orang yang melakukan tindakan plagiat juga akan memperoleh balasan yang sepadan dengan perilakunya contohnya harta yang ia dapatkan juga tidaklah berkah. Sesungguhnya setiap tindakan yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir kelak.
http://powermathematics.blogspot.com/2010/10/elegi-meratapi-sang-ilmuwan-plagiat-dan_15.html

REFLEKSI-Elegi Pemberontakan Para Formal-


Dari elegi pemberontakan para formal tersebut dapat diketahui bahwa untuk mengubah formal menjadi normative dibutuhkan tiga cara yaitu
Pertama, kesadaran ruang dan waktu.
Kedua, berpikir intensif dan ekstensif.
Ketiga, menggapai logos. 

http://powermathematics.blogspot.com/2010/10/elegi-pemberontakan-para-formal.html
 

Selasa, 18 Juni 2013

REFLEKSI-Elegi Konferensi Kebenaran-



Kebenaran itu bersifat relatif. Tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Satu orang dengan orang lainnya tentulah memiliki pandangan yang bermacam-macam mengenai kebenaran. Namun penting diketahui bahwasannya kebenaran yang absolut itu merupakan kebenaran Alloh SWT. Kita sebagai umat-Nya wajib untuk meyakini kebenaran yang datang dari Alloh tersebut sebagai wujud keimanan kita terhadap Tuhan kita. Walaupun kondisi saat ini masih banyak manusia yang tidak mengakui kebenaran yang absolut tersebut. Semoga kita semua senantiasa mendapat petunjuk yang benar. Amin..
http://powermathematics.blogspot.com/2010/07/elegi-konferensi-kebenaran.html

REFLEKSI-Elegi Konferensi Para Keliru-



Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Disetiap aktivitasnya tak lepas dari suatu kekeliruan. Baik itu disengaja ataupun tidak disengaja. Jika manusia melakukan kekeliruan tersebut maka kerugianlah yang akan manusia dapatkan. Dengan demikian sebiasa mungkin kita menghindari kekeliruan, berusaha agar tidak melakukan kekeliruan. Walaupun hakekat manusia itu tak lepas dari kekeliruan tetapi apa salahnya jika kita sebagai manusia senantiasa berusaha berupaya agar terhindar dari kekeliruan. Kuncinya adalah berusaha dan selalu berdoa kepada Alloh untuk senantiasa ditunjukkan ke jalan yang benar jalan yang diridhoi-Nya.
http://powermathematics.blogspot.com/2010/07/elegi-konferensi-para-keliru.html