Dari “Elegi Seorang Guru Menggapai Diri?” dapat diketahui bahwa setiap kata yang kita produksi
sebenarnya adalah penyederhanaan. Ketika kita sedang berbicara dengan orang
maka kita yang menjadi subjek yang membahayakan sifat-sifat kita sebagai objek.
Kita patut
bersyukur kita masih bisa merasakan capai dan lelah karena capai dan lelah
merupakan kodrat dari-Nya. Sementara sebenar-benarnya hidup itu adalah diantara
capai dan tidak capai. Oleh karena itu kita senantiasa harus bersyukur terhadap
semua nikmat yang telah diberikan Alloh SWT.
http://powermathematics.blogspot.com/2009/01/elegi-seorang-guru-menggapai-diri.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar