Senin, 17 Juni 2013

REFLEKSI-Elegi Menggapai Belajar dan Mengajar-



Selama ini dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan metode tradisional. Guru memposisikan siswa layaknya seperti benda. Guru cenderung memposisikan siswa sebagai obyek, tidak memposisikan siswa sebagai subyek dalam pembelajaran. Guru hanya memberikan ceramah kepada siswa, menyuruh siswa untuk mendengarkan guru berbicara, menyuruh siswa menuruti apa yang diperintahkan oleh guru tanpa memberi kesempatan pada siswa untuk aktif terlibat sebagai subyek pembelajaran dan tidak membari kesempatan kepada siswa untuk menggali ide-ide dan potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa itu sendiri. Hal tersebut membuat siswa tidak nyaman, merasa tidak senang dalam pembelajaran sehingga siswa menganggap pembelajaran tersebut sulit, bahkan siswa merasa terbebani dan tersiksa sewaktu pembelajaran berlangsung. Kenyataan seperti itu perlu segera diubah dengan menerapkan metode mengajar yang inovatif, karena metode tradisional atau ceramah sudah tidak cocok dan sudah tidak lagi mampu digunakan untuk melayani kebutuhan siswa dalam belajar di zaman teknologi sekarang ini. Seharusnya pembelajaran berorintasi kepada siswa, tidak berpusat kepada guru. Siswa hendaknya diposisikan sebagai subyek dalam pembelajaran, dilibatkan secara langsung, diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, menggali potensinya, menemukan sendiri apa yang akan mereka pelajari beserta cara pemecahannya sehingga lebih mudah menguasai, menangkap, mempelajari, mengingat, dan mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan. Dengan demikian siswa dapat mengembangkan potensi-potensinya, sehingga lebih berkembang, mandiri, dan kreatif. Namun disisi lain peran guru tetap terlibat dalam mengarahkan siswa ketika pembelajaran. Guru berperan memfasilitasi siswa dalam belajar, mendorong siswa atau memotivasi siswa untuk aktif dan giat belajar. Semoga metode mengajar yang tradisional selama ini dapat segera berganti dengan metode mengajar yang inovatif. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar