Selama ini dalam
proses pembelajaran guru masih menggunakan metode tradisional. Guru
memposisikan siswa layaknya seperti benda. Guru cenderung memposisikan siswa
sebagai obyek, tidak memposisikan siswa sebagai subyek dalam pembelajaran. Guru
hanya memberikan ceramah kepada siswa, menyuruh siswa untuk mendengarkan guru
berbicara, menyuruh siswa menuruti apa yang diperintahkan oleh guru tanpa
memberi kesempatan pada siswa untuk aktif terlibat sebagai subyek pembelajaran
dan tidak membari kesempatan kepada siswa untuk menggali ide-ide dan
potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa itu sendiri. Hal tersebut membuat
siswa tidak nyaman, merasa tidak senang dalam pembelajaran sehingga siswa
menganggap pembelajaran tersebut sulit, bahkan siswa merasa terbebani dan tersiksa
sewaktu pembelajaran berlangsung. Kenyataan seperti itu perlu segera diubah
dengan menerapkan metode mengajar yang inovatif, karena metode tradisional atau
ceramah sudah tidak cocok dan sudah tidak lagi mampu digunakan untuk melayani
kebutuhan siswa dalam belajar di zaman teknologi sekarang ini. Seharusnya
pembelajaran berorintasi kepada siswa, tidak berpusat kepada guru. Siswa
hendaknya diposisikan sebagai subyek dalam pembelajaran, dilibatkan secara
langsung, diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, menggali
potensinya, menemukan sendiri apa yang akan mereka pelajari beserta cara
pemecahannya sehingga lebih mudah menguasai, menangkap, mempelajari, mengingat,
dan mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan. Dengan demikian siswa dapat
mengembangkan potensi-potensinya, sehingga lebih berkembang, mandiri, dan
kreatif. Namun disisi lain peran guru tetap terlibat dalam mengarahkan siswa
ketika pembelajaran. Guru berperan memfasilitasi siswa dalam belajar, mendorong
siswa atau memotivasi siswa untuk aktif dan giat belajar. Semoga metode
mengajar yang tradisional selama ini dapat segera berganti dengan metode
mengajar yang inovatif. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar