REFLEKSI -Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)-
Setelah membaca artikel tersebut, sungguh sangat memprihatinkan pendidikan
yang ada di negara ini. Peserta didik nampaknya mulai kehilangan intuisinya
karena dalam pembelajaran yang ada guru atau pihak sekolah jauh lebih
mengedepankan aspek kognitif peserta didik dan kurang diimbangi dengan aspek
psikomotorik dan aspek afektifnya. Kebanyakan yang diinginkan guru atau pihak sekolah
hanyalah hasil Ujian Nasional yang memuaskan. Mereka kurang peduli terhadap
proses pencapaiannya. Sehingga timbul dari pihak guru untuk mendukung proses
yang tidak baik atau dengan kata lain menghalalkan cara yang tidak benar.
Padahal proses yang baik itu jauh lebih penting. Ketika hari-hari mendekati
Ujian Nasional kebanyakan guru sebanyak mungkin memberikan soal-soal latihan
kepada peserta didik agar siswanya mendapatkan nilai yang memuaskan ketika
Ujian Nasional namun guru kurang sadar dan kurang memperhatikan kondisi
siswanya. Hal seperti itu yang perlu segera diubah, guru hendaknya tidak hanya
memperhatikan aspek kognitifnya saja tetapi diimbangi dengan aspek psikomotorik
dan aspek afektif peserta didiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar