Minggu, 31 Maret 2013

REFLEKSI -Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan-



http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/news-update-koalisi-pendidikan-menolak.html
Saya setuju dengan pemaparan di atas. Kurikulum yang ada dalam pendidikan di Indonesia ini belum sewaktunya untuk diadakan perubahan. Menurut saya pergantian dari kurikulum KTSP 2006 yang akan diubah menjadi kurikulum 2013 ini terlalu terburu-buru dan terkesan belum siap untuk diganti. Bahkan visi mengenai pendidikan pun belum jelas. Saya rasa percuma apabila kurikulum KTSP diganti dengan kurikulum 2013 jika pendidiknya (guru) tidak mengubah cara dan metodenya dalam pembelajaran. Lebih baiknya jika dana yang dianggarkan untuk mengadakan perubahan kurikulum itu digunakan untuk mendanai guru dalam hal peningkatan kapasitas dalam pendidikan, misalnya dana itu digunakan untuk pelatihan-pelatihan bagi guru-guru sehingga kemampuan dan pengalaman guru dalam bidang pendidikan semakin bertambah lagi. Dengan adaanya perubahan kurikulum maka buku-buku yang digunakan untuk menunjang pembelajaran pun juga akan berubah. Ini berarti akan ada banyak buku yang ditinggalkan dan berganti dengan buku terbitan yang sesuai dengan kurikulum yang baru tersebut dan akhirnya penerbit bukulah yang diuntungkan. Jikalaupun kurikulum KTSP ingin diganti dengan kurikulum 2013 hendaknya dilakukan riset terlebih dahulu dan dilakukan evaluasi terhadap kurikulum KTSP 2006 dan dalam penentuan perubahan dan pembentukan kurikulum yang baru hendaknya melibatkan para guru dan juga pakar pendidikan dalam proses penyusunannya, karena merekalah yang berkecimpung dibidang pendidikan. Semoga keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik dan dapat mengubah pendidikan yang ada di Indonesia ini kearah yang lebih baik lagi.

REFLEKSI -The Simple Logic of The Need to Reform of Mathematics Education in Indonesia-



http://powermathematics.blogspot.com/2008/12/simple-logic-of-need-to-reform-of.html
Saya setuju dengan pemaparan di atas. Memang benar adanya bahwa perubahan sistem telah ada sejak lama guna untuk memperbaiki mutu di negara ini. Termasuk dalam sistem pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia ini. Tidak dipungkiri bahwa dalam mengubah hal tersebut membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama untuk membuahkan hasil yang maksimal. Pendidikan yang ada di Indonesia sekarang ini masih cenderung berpusat kepada guru dalam pembelajaran dan tidak berpusat kepada siswanya. Guru masih menggunakan metode pembelajarn yang tradisional seperti metode ceramah. Hal seperti itulah yang harus segera diperbaiki untuk perubahan pembelajaran ke arah yang inovatif. Pada dasarnya guru berfungsi untuk melayani dan memfasilitasi peserta didiknya dalam pembelajaran. Memang tidak instan untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan waktu yang tidak cukup singkat, juga dibutuhkan kerjasama dari semua pihak yang nantinya terlibat dalam hal pendidikan, dan tentunya kesadaran dan niatan untuk bersungguh-sungguh melakukan perubahan sehingga apa yang menjadi cita-cita bangsa khususnya dibidang pendidikan dapat tercapai.

REFLEKSI -The Scene of Primary Mathematics Teaching-



http://powermathematics.blogspot.com/2008/12/the-scene-of-primary-mathematics.html
Berdasarkan pemaparan dari artikel di atas dapat diketahui bahwa penelitian kualitatif mengenai proses belajar mengajar matematika oleh mahasiswa Pra-layanan Pelatihan Guru matematika sangat bermanfaat guna meningkatkan kualitas dalam proses pembelajaran matematika. Pembelajaran kooperatif Mahasisiwa belajar jenis Berpikir Divisi Prestasi (STAD) dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Dengan adanya penelitian kualitatif tersebut telah membuahkan hasil di SDN Ngabean Yogyakarta yaitu dapat meningkatkan pemahaman masalah bagi siswa-siswa di sana, perencanaan solusi, penerapan solusi dalam masalah, dan memeriksa hasilnya. Sehingga peserta didik menjadi lebih mandiri, aktif, dan juga kreatif dalam berpikir. Maka dari itu pembelajaran dapat menjadi lebih baik lagi, tentunya pembelajaran menuju ke arah yang inovatif tidak tradisional lagi. Semoga hal tersebut dapat diterapkan oleh sekolah-sekolah lainnya sehingga dapat memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia ini.

REFLEKSI - The Role of Lesson Study to Improve Teaching Learning of Mathematics and Science-



http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/the-role-of-lesson-study-to-improve.html
Lesson study sangatlah bermanfaat di bidang pendidikan, yaitu selain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran, lesson study juga bermanfaat dalam meningkatkan profesionalisme guru, meningkatkan keterampilan guru, menambah pengetahuan guru dalam bidang pendidikan, dan lain-lain. Lesson study dapat berupa bentuk kerjasama yang dilakukan oleh guru dengan dosen, guru dengan guru, maupun guru dengan pihak lain yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, seperti dinas pendidikan, pakar pendidikan, dan sebagainya. Untuk mengadakan lesson study dapat dilakukan dengan mengundang salah satu atau lebih yang ingin dijadikan sebagai narasumbernya yang tentunya mempunyai pengetahuan yang lebih banyak di bidang pendidikan. Dengan adanya lesson study ini merupakan salah satu wujud upaya dalam memperbaiki pendidikan yang ada sekarang ini dan diharapkan mendapatkan banyak pengetahuan mengenai pendidikan yang lebih baik dan pengetahuan yang didapat tersebut diaplikasikan sehingga mampu mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bangsa dalam perubahan pendidikan kearah yang lebih baik, tentunya dengan penerapan pembelajaran yang inovatif agar guru mampu melayani dan memfasilitasi peserta didik dalam belajar.

REFLEKSI -The Nature of Students Learn Mathematics-



http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/the-nature-of-students-learn-mathematics.html
Karakteristik psikologis pada peserta didik sangat mempengaruhi pembelajaran matematika. Untuk itu kita sebagai guru hendaknya dapat memahami sifat-sifat dan karakteristik seluruh peserta didik karena setiap peserta didik mempunyai karakteristik dan kemampuan/ potensi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dengan begitu kedekatan anatara guru dengan peserta didik dapat terjalin dengan baik dan apa yang menjadi tujuan dari pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan apa yang menjadi tujuan awal dari suatu pembelajaran. Selain itu guru juga harus memberikan berbagai motivasi-motivasi disetiap pembelajaran. Motivasi sangatlah dibutuhkan bagi peserta didik dalam meningkatkan semangat belajarnya. Terkadang ada peserta didik yang sebenarnya dia mempunyai potensi yang tinggi namun karena semangat belajarnya menurun maka akan membuat peserta didik tersebut melemah dalam segi prestasi. Di sinilah peran motivasi dari guru untuk terus menyemangati peserta didiknya agar semangat belajarnya terus meningkat. Tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan pembelajaran yang lebih baik lagi diperlukan adanya pembelajaran yang inovatif, sehingga siswa dapat mandiri, dan juga dapat berpikir kritis serta kreatif. Di sini diharapkan agar peserta didik dapat menggali pengetahuannya sendiri sehingga mereka lebih dapat memahaminya karena merupakan hasil temuannya sendiri. Namun disamping itu peran guru tidak boleh lepas dalam membimbing dan mendampingi peserta didiknya.